Idul Fitri = Hari Kemenangan..

Sebelum memulai tulisan ini..
Baiknya, saya memohon maaf atas segala salah dan khilaf yang telah saya lakukan baik itu lisan, tulisan, pemikiran, sikap dan perbuatan..
Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin..
Selamat HAri Raya Idul Fitri 1430 H..

Hmm... okee..
Alhamdulillah, setelah sebulan lamanya kita melewati puasa Ramadhan, akhirnya hari yang biasa disebut HAri Kemenangan a.k.a Idul Fitri a.k.a Lebaran tiba..
HAri dimana kita kembali ke fitrah..

hmm.. teringat sebuah pertanyaan kecil yang dikirimkan melalui sms oleh teman saya,
"Apakah ini yang namanya kembali ke fitrah?"

hmm..pertanyaan singkat, namun cukup menyentil jiwa saya..
Saya kembali bertanya pada diri saya sendiri pertanyaan itu..
"Apakah ini yang namanya kembali ke fitrah?"
merenung.. mencoba memaknai pertanyaan tersebut..

Lalu, saya mencoba menjawab pertanyaan itu dengan mengirimkan kembali sms kepada teman saya.. (saya ga afal persisnya.. krn sent items saya ud saya apus.. hhe)
"Bagi orang2 yang menjalankan ibadahnya dengan taat ketika Ramadhan kemarin,
YA.. inilah hari kemenangan bagi mereka..
Tapi sayangnya, ibadah gw belum maksimal di bulan itu.."

huwaahh.. ini sangat menyentil..
saya benar2 merasa menjadi orang yang merugi..
Seharusnya di hari Kemenangan ini saya merasa gembira,
Namun,di hari yang fitrah ini saya tidak merasakan euphoria kemenangan seperti yang dirasakan orang-orang lain..

Saat tadi saya solat Ied, saya menangis..
teringat akan dosa-dosa yang telah saya lakukan..
saya bukanlah manusia sempurna, pasti pernah melakukan dosa,,

Sedih, teringat saya sudah tidak bisa mengulangi waktu..
Sedih mengingat Ramadhan, bulan dimana pahala berlipat ganda..
Bulan dimana Allah menjanjikan ampunan yang besar bagi hamba-Nya..
dan teramat sedih mengingat saya tidak memanfaatkan waktu tersebut dengan baik..
Ibadah yang saya lakukan tidak maksimal..

"Ya Allah, saya masih belum bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Ampuni dosa saya Ya Allah..
JAdikan saya selalu berada di jalan-Mu, dan jangan jadikan saya hambaMu yang merugi. Amin"

Idul Fitri terdiri dari dua kata. Pertama, kata ‘id yang dalam bahasa Arab bermakna `kembali’, dari asal kata ‘ada. Ini menunjukkan bahwa Hari Raya Idul Fitri ini selalu berulang dan kembali datang setiap tahun. Ada juga yang mengatakan diambil dari kata ‘adah yang berarti kebiasaan, yang bermakna bahwa umat Islam sudah biasa pada tanggal 1 Syawal selalu merayakannya (Ibnu Mandlur, Lisaanul Arab).

Hmm.. mungkin taun ini, makna Idul Fitri yang saya dapat adalah seperti arti di atas..
Hari Raya yang selalu berulang dan kembali datang setiap tahun, hanya seperti rutinitas..
Mungkin ini dampak dari ke-tidak maksimal-an ibadah yang saya jalankan di Ramadhan kemarin, dan itu pula yang menyebabkan Lebaran ini terkesan begitu standar di hati saya..

Hmm.. ini sungguh lecutan bagi saya..
dan mungkin,kalau anda membaca tulisan ini.. saya harap anda juga merenungkan sebuah pertanyaan kecil tadi..
pertanyaan kecil yang sangat menyentil jiwa saya..

"Apakah ini yang namanya kembali ke fitrah?"
Lalu, lanjutkan dengan pertanyaan
"Apakah saya telah kembali ke fitrah dan mendapat kemenangan?"

dapatkah anda menemukan jawaban dari pertanyaan itu?

Saya telah menemukan jawaban dan solusi dari pertanyaan itu..
Tapi, biarkan itu hanya untuk jadi konsumsi saya, dan Allah.. :)

Kini, apakah anda menemukan solusi dari jawaban pertanyaan2 tersebut?

Sungguh, tujuan diciptakannya makhluk hidup adalah senantiasa beribadah kepada Sang Khalik..

Semoga kita semua termasuk hambaNya yang beruntung sehingga kelak di hari kita kembali pada-Nya kita bisa mereguk nikmatnya air di surga..
merasakan sejuknya udara di surga..
dan menikmati nyamannya hidup di dalamnya..
Amin Ya Robbal Alamin..


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Psikolog tak boleh bermain hati..

hehe..
ngebaca judul ini, gw teringat sama kata-kata yang udah bunda gw omongin..

"Sekarang analoginya, kamu adalah seorang psikolog, dan dia pasien kamu.. kalau kamu main hati sama dia, jadinya kamu tidak akan bisa memberikan masukan yang objektif. LAgian, kalau seorang psikolog bermain hati setiap mendengar konsultasi pasiennya, mau berapa orang yang akan dia pacari??"

haha..
bener banget..
saat ini, analogi yang tepat memang seperti itu.
Saya adalah seorang psikolog, dan psikolog tak boleh bermain hati..

Hmm..
kalau anda bingung, mengapa tiba2 saya menuliskan hal ini... saya pikir dengan anda melihat beberapa kutipan kalimat diatas, anda akan mengerti situasi apa yang sedang saya alami.
Sebenarnya saya pun sangat sadar bahwa saya harus melakukan hal itu, saya tau saya tidak boleh bermain hati.
Tapi, beberapa waktu ke belakang, yang bermain adalah perasaan saya, bukan kejernihan logika.
Jika logika saya sedang bermain, saya mengerti apa yang saya harus lakukan.
Namun ketika perasaan saya menjadi lebih dominan, saya akan memenangkan ego saya.
Padahal saya tau betul, ketika saya memenangkan ego saya, saya tidak akan mendapatkan hasil yang seperti saya inginkan.
Bahkan, dampak yang akan terjadi mungkin bisa jauh lebih buruk.

Saat ini saya hanya harus menata hati dan pikiran saya untuk bisa berpikir lebih jernih dan tidak memenangkan perasaan atau egoisme saya.
Sebenarnya pun saya sudah mengerti apa yang harus saya lakukan, tapi lagi-lagi..
Logika saya tidak lebih dominan dibandingkan perasaan saya.
Tapi, itu kemarin. HAri ini, saya dalam kondisi sangat sadar sehingga logika saya bermain dengan cantiknya.
Saya mengerti..
lagi-lagi, tak pernah bosan saya mengatakan..

"Seorang psikolog tidak bermain hati dengan pasiennya"


haha.. untuk saat ini, ungkapan tersebut sangat tepat. Ungkapan ini tepat untuk saat ini, dan ke depan, dalam jangka waktu yang tak bisa ditentukan.
Mengapa begitu?
Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan.

Haha..
u know what u should do,
u know what u suppose to do..

Don't play with your heart,dear... :)


_Amanda, seorang perempuan yang mencoba memahami arti kehidupan_

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments