random thoughts
Hari ini, hari ke 8 di bulan Ramadhan.
skarang waktu menunjukkan 06.44 WIB, di kamar kosan saya yang baru.
Saya tidak bisa tidur. Ingin mengerjakan skripsi, namun mood belum terkumpul dengan full..
(saya rasa ini cuma alasan, malas lebih tepatnya sebagai alasan..hha)
Tiba-tiba, saya terlintas sebuah kisah yang menimpa sahabat saya. Saya pikir, saya tidak perlu menceritakan disini apa yang terjadi, namun semua itu membuat saya berpikir bahwa saya tidak perlu memusingkan apa yang dikatakan atau dipikirkan orang mengenai kita.
Setiap orang berhak memiliki persepsi masing-masing terhadap suatu hal.
Setiap orang berhak untuk memiliki pandangan terhadap seseorang.
Setiap orang pun berhak memutuskan apapun yang ingin dia lakukan dalam hidupnya.
Karenanya, saya berpikir, kalau saya memusingkan apa yang akan orang lain pikirkan, rasakan atau katakan mengenai saya. Apa yang setiap orang pikirkan.
Lama-lama saya bisa menjadi gila.
Yang bisa saya lakukan adalah berusaha untuk menjadi yang terbaik melalui cara saya.
Melakukan yang terbaik, menurut saya.
Karena, kadar kebaikan tiap orang berbeda.
Saya tidak bisa memaksakan dan menyamakan 'ukuran' kebaikan saya kepada orang lain.
Seperti yang tadi saya kemukakan, setiap orang berhak memiliki persepsi masing-masing untuk suatu hal.
Itu hak mereka untuk menetapkan 'standar'nya sendiri.
Dan semua hal, pasti ada hal positif dan negatif, semua hal memiliki pro dan kontra.
Kini saya tidak perduli, jika saya melakukan apa yang saya anggap benar, namun ada orang yang tidak berkenan.
Silakan, anda berhak memiliki persepsi dan berhak melakukan tindakan apapun terhadap saya.
Saya tidak akan memaksakan anda melakukan seperti apa yang saya harapkan.
Saya hanya berusaha melakukan apa yang terbaik, lagi-lagi menurut kacamata saya, yang tentunya telah disesuaikan dengan 'standar' yang berlaku di umum.
Namun, disamping itu semua, saya tidak akan menutup diri saya untuk tidak membuka diri menerima kritik dan saran dari orang lain.
Jika itu memang kritik yang membangun, tidak menjatuhkan.
Kritik yang bersolusi, bukan sekadar kritik kosong.
Kritik yang memang membawa saya ke perubahan lebih baik.
Akan saya pertimbangkan dengan matang untuk saya terapkan dalam kehidupan saya.
Justru, saya butuh kritik itu.
KArena saya manusia, yang selalu salah.
Terlebih, kita memang makhluk sosial yang tidak bisa secara egois memenangkan pemikiran kita dan mengesampingkan pemikiran dan perasaan orang lain terhadap kita.
Saya pikir, kita sudah cukup dewasa untuk membedakan mana yang baik dan buruk.
Bisa mengetahui 'norma' dan 'standar' yang berlaku umum sehingga apa yang kita lakukan tidak menyalahi kesepakatan bersama mengenai 'standar' terhadap suatu hal..
Skali lagi, apa yang saya tulis disini adalah buah dari hasil pemikiran saya.
Saya tidak pernah memaksakan anda untuk menyetujui apa yang saya tulis.
Yang benar datangnya dari Allah, jika ada kesalahan, itu berasal dari saya karena manusia memang tempatnya salah.
Jzkh,
_amanda

2 komentar:
betull!!
as what I wrote in FB
no books, bibles, or dictionary can describe me
not even ME can explain who I really am
so, how could anybody judge me?
nobody deserve to value the other
they don't even a right for it..=p
yea, i'm agree with you.
we just can do all the best in our life, let them say what they want to say about us.
they actually don't know who really we are.
it's our life,
let us paint our own color ini our life canvas.. :)
Posting Komentar